Skip to main content

VISI, Misi, Tujuan, dan Sasaran

Visi:

Menjadi Program Studi Gizi pilihan dan unggul di bidang Gizi Keluarga dengan berbasis nilai-nilai Islam Berkemajuan dan mampu bersaing di Tingkat Nasional pada Tahun 2035″

Misi:

Berdasarkan Visi yang ditetapkan, dirumuskan misi Program Studi Gizi Program Sarjana Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta sebagai berikut :

  1. Menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan keunggulan gizi keluarga berdasarkan nilai-nilai Islam Berkemajuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
  2. Mengembangkan kajian dan pemberdayaan perempuan dalam kerangka Islam Berkemajuan yang berkaitan dengan ilmu gizi

Tujuan:

Berdasarkan Misi yang ditetapkan, maka disusun tujuan penyelenggaraan Program Studi Gizi Program Sarjana Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta sebagai berikut :

  1. Menghasilkan lulusan Sarjana Gizi yang berakhlak mulia, berilmu-pengetahuan dan teknologi, professional di bidang gizi, dan berjiwa entrepreneur yang menjadi kekuatan penggerak (driving force) masyarakat dalam memajukan kehidupan bangsa
  2. Menghasilkan karya-karya ilmiah di bidang gizi yang dapat dijadikan rujukan pengembangan dan pemecahan masalah gizi
  3. Menghasilkan karya inovatif dan aplikatif di bidang gizi yang berkontribusi pada pemberdayaan dan pencerahan
  4. Menghasilkan model implementasi bidang gizi dengan keunggulan gizi keluarga berdasarkan praksis pemberdayaan perempuan berlandaskan nilai-nilai islam berkemajuan
  5. Menghasilkan pemikiran Islam Berkemajuan yang berkaitan tentang ilmu gizi sebagai penguat moral spiritual dalam implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi

Sasaran Prodi Gizi Program Sarjana UNISA Yogyakarta hingga tahun 2035 berpedoman pada visi dan misi program studi terdiri dari sasaran strategis dan sasaran mutu.

Sasaran Strategis:

  1. Terciptanya suasana akademik dan fasilitas yang mendukung peningkatan daya saing lulusan Prodi Gizi di tingkat nasional.
  2. Terbangunnya budaya riset dan publikasi ilmiah di bidang gizi yang menjadi rujukan dalam pemecahan masalah.
  3. Tumbuhnya atmosfir yang kondusif untuk menghasilkan karya inovatif dan aplikatif bidang gizi yang berpeluang mendapatkan HaKI dan Paten.
  4. Terbentuknya community development sebagai inkubator pemberdayaan perempuan di bidang gizi berlandaskan nilai-nilai Islam Berkemajuan.
  5. Meningkatnya kapasitas kelembagaan dan kualitas kajian-kajian tentang perempuan dan Islam Berkemajuan khususnya di bidang gizi.

Sasaran Mutu:

Sasaran mutu yang ingin dicapai Program Studi Gizi Program Sarjana adalah :

  1. Capaian kompetensi nilai-nilai keislaman mahasiswa sesuai dengan faham Muhammadiyah dengan nilai baik minimal 90% di tahun 2020
  2. Mahasiswa menyelesaikan studi tepat waktu 90% per tahun di tahun 2021
  3. Tingkat kelulusan first taker uji kompetensi 90 % pada tahun 2021
  4. Lulusan berkarya sesuai kompetensi dengan masa tunggu kurang dari 4 bulan mulai tahun 2021
  5. Lulusan yang menjadi entrepreneur minimal 10% mulai tahun 2021
  6. Prestasi mahasiswa di tingkat nasional minimal 1 prestasi per tahun
  7. Prestasi mahasiswa di tingkat internasional minimal 1 prestasi per tahun mulai 2020
  8. Program studi Gizi terakreditasi B di tahun 2020
  9. Jumlah penelitian di bidang gizi yang menjadi rujukan pemecahan masalah minimal 3 per tahun
  10. Publikasi karya ilmiah dosen pada jurnal nasional minimal 3 artikel per tahun
  11. Publikasi internasional dosen minimal 3 artikel per tahun
  12. Dosen tetap pendidikan S3 atau sedang studi lanjut minimal 1 di tahun 2020
  13. Dosen tetap memiliki jabatan lektor 25% dosen di tahun 2023
  14. Jumlah penelitian di bidang gizi yang diaplikasikan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat minimal 1 per dosen per tahun
  15. Jumlah community development Prodi Gizi UNISA Yogyakarta kemitraan dengan Persyarikatan Muhammadiyah/’Aisyiyah minimal 1 per 2 tahun
  16. Jumlah kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk pemberdayaan perempuan minimal 1 per dosen per tahun
  17. Policy paper tentang pemikiran Islam Berkemajuan khususnya di bidang gizi minimal 1 per tahun mulai tahun 2019