Skip to main content

Manajemen Gizi Bencana Selama Pandemi Covid-19

Di tengah pandemi COVID-19, Prodi Gizi UNISA mengambil kesempatan untuk mengadakan kegiatan kuliah umum yang bertajuk “Manajemen Gizi Bencana selama Pandemi COVID-19”. Topik kuliah umum ini sesuai dengan topik dalam mata kuliah Gizi Bencana pada semester 7. Kuliah umum kali ini menghadirkan Bapak Enaryaka, S.Kep.,Ns.,M.M sebagai narasumber. Beliau adalah Kepala Sub Bidang Peralatan Penanggulangan Bencana BPBD DIY.

Peran Penting Ahli Gizi dalam Penanggulangan Bencana

Pada awal materi beliau menyampaikan tahapan penyelenggaraan penanggulangan bencana yang meliputi penanggulangan pra bencana, saat bencana, dan pasca bencana. Kegiatan tersebut  dilakukan oleh BPBD secara umum pada kondisi non-pandemi. Beliau mengatakan bahwa ahli gizi berperan penting dalam penanggulangan bencana. Hal tersebut terutama dalam menentukan kelompok risiko untuk mengatur pemenuhan gizinya. Pada kondisi pandemi COVID-19 ini, penaanggulangan bencana yang dilakukan BPBD meliputi penyelenggaraan dapur umum saat tanggap darurat COVID-19. Selain itu juga distribusi logistik untuk keluarga yang sedang isolasi mandiri. Pelaksanaan kegiatan tersebut tetap mengacu pada protokol kesehatan penanganan COVID-19.

Terakhir beliau menghimbau kepada peserta kuliah umum, bagi yang berminat untuk terlibat dalam penanggulangan bencana maka harus memiliki jiwa sosial yang rela berkorban dan ikhlas. Kuliah umum ini diadakan melalui aplikasi zoom dan diikuti oleh seluruh mahasiswa Prodi Gizi, mahasiswa Prodi Keperawatan Anestesi, dan Fisioterapi. [KK]

Selamat Datang Mahasiswa Baru 2020

Dalam rangka menyambut kedatangan mahasiswa baru, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta menggelar kegiatan Masa Ta’aruf (Mataf). Kegiatan Mataf Prodi dilaksanakan serentak pada hari Rabu, 30 September 2020. Pelaksanaan Mataf tahun ini secara daring melalui Zoom Cloud Meetings karena pandemi covid-19. Kegiatan Mataf Prodi Gizi mengundang 3 narasumber yang berbagi informasi seputar kegiatan perkuliahan hingga gambaran lulusan gizi.

Pembicara Mataf

Mataf Prodi Gizi tahun 2020 mengundang Samichah, S.Gz.,RD, Putri Dwiyanasari, S.Gz, dan Iis Sulastri. Samichah menjelaskan mengenai gambaran kerja ahli gizi klinis di rumah sakit. Beliau mengatakan tugas ahli gizi klinis di rumah sakit hampir sama seperti tugas dokter yaitu skrining pasien, visit pasien, dan memberikan edukasi ke pasien. Untuk menunjang profesinya ini, Samichah memutuskan untuk mengambil pendidikan profesi gizi.

Gambaran kerja ahli gizi institusi dijelaskan oleh Putri Dwiyanasari, S.Gz. Beliau bekerja sebagai ahli gizi di food service yaitu Aerowisata Catering Service yaitu industri jasa pangan penerbangan. Putri menjelaskan bahwa tugasnya menjadi ahli gizi institusi yaitu sebagai quality control yang bertugas melakukan pengecekan kelayakan pangan.

Narasumber terakhir yaitu Iis Sulastri yang merupakan mahasiswa Prodi Gizi UNISA Yogya angkatan 2017. Saat ini Iis sedang menempuh semester 7 yang juga sedang disibukkan dengan persiapan tugas akhirnya. Dalam kegiatan ini, Iis membagikan pengalaman kesibukannya di semester sebelumnya mulai dari organisasi, perkuliahan, dan perlombaan. Iis juga membagikan tips untuk mempertahankan IPK.

Acara ini ditutup dengan games dan keseruan lainnya dengan panitia penyelenggara dan mahasiswa baru. Seluruh mahasiswa baru tampak antusias mengikuti kegiatan ini meskipun dilakukan secara daring. Terakhir, segenap keluarga Prodi Gizi UNISA Yogya mengucapkan Selamat Datang Mahasiswa Baru Prodi Gizi UNISA Yogyakarta 2020! [KK]

KOLABORASI WEBINAR GIZI UNISA DENGAN UiTM

Prodi Gizi UNISA bekerjasama dengan Centre of Nutrition and Dietatics, Universiti Teknologi Mara (UiTM) Malaysia mempersembahkan Webinar Gizi dengan tema “Health and Nutrition Priority during COVID-19 Pandemic”. Webinar ini dilaksanakan dalam 5 seri dengan jadwal pelaksanaan sebagai berikut:

Seri 1 Topik Nutrition during MCO COVID-19
  Hari, tanggal Selasa, 16 Juni 2020
  Waktu 09.00 WIB
  Pembicara Dr. Siti Sabariah Buhari,

Dittasari Putriana, S.Gz.,M.Gz,

Nazrul Hadi Ismail.

  Link pendaftaran bit.ly/intlwebinars1
Seri 2 Topik Nutrition advice: Clinical Health Perspective during MCO COVID-19
  Hari, tanggal Jumat, 19 Juni 2020
  Waktu 09.00 WIB
  Pembicara Agil Dhiemitra Aulia Dewi, S.Gz., MPH,

Mazuin Kamarul Zaman, dan

Nur Filzah Aliah.

  Link pendaftaran bit.ly/intlwebinars2
Seri 3 Topik Food Safety, Security, and Choices for New Normal
  Hari, tanggal Selasa, 23 Juni 2020
  Waktu 09.00 WIB
  Pembicara AP Dr. Norazmir Md Nor,

Nor Eka Noviani, S.Gz.,MPH,

Dr. Emmy Hainida Khairul Ikram, dan

Astari Puruhita Ansokowati, S.Gz.,MPH.

  Link pendaftaran bit.ly/intlwebinars3
Seri 4 Topik Women Empowerment in Nutrition during MCO COVID-19
  Hari, tanggal Rabu, 24 Juni 2020
  Waktu 09.00 WIB
  Pembicara Dr. Syahrul Bariah Abdul Hamid,

Silvi Lailatul Mahfida, S.Gz.,MPH,

Farhanah Ahmad Shuhaimi, dan

Agung Nugroho, AMG.,MPH

  Link pendaftaran bit.ly/intlwebinars4
Seri 5 Topik Monitoring Children and Geriatrics Nutritional Status during MCO COVID-19
  Hari, tanggal Jumat, 26 Juni 2020
  Waktu 09.00 WIB
  Pembicara Anindhita Syahbi Syagata, S.Gz.,MPH,

Dr. Nur Islami Mohd Fahmi Teng,

Faurina Risca Fauzia, S.Gz.,MPH, dan

Dr. Naleena Devi.

  Link pendaftaran bit.ly/intlwebinars5

Sasaran kegiatan ini yaitu mahasiswa kesehatan, praktisi kesehatan, peneliti, dan tenaga pengajar. Webinar ini dilaksanakan melalui Webex dan tersedia 500 e-certificate ber SKP PERSAGI. [KK]

Kuliah umum bertajuk Etika Profesi Gizi

Pada Bulan Februari (29-Feb-20), Prodi Gizi UNISA menyelenggarakan Kuliah Umum sekaligus Mata Kuliah Etika Profesi dan Aspek Legal. Peserta yang turut serta adalah 3 angkatan mahasiswa gizi. Kuliah umum kali ini mengundang narasumber yakni Ketua DPD PERSAGI DIY, Joko Susilo, SKM.,M.Kes dengan judul “Peran Profesi Gizi dalam Dunia Kesehatan”. Kegiatan kuliah umum ini rutin diadakan oleh Prodi Gizi UNISA setiap semester. Kuliah umum kali ini dibuka oleh Wakil Dekan 1 Bidang Akademik dan Penjaminan Mutu FIKes UNISA, Anjarwati, S.Si.T.,MPH.

Materi Kuliah Umum

Materi yang disampaikan adalah seputar kebijakan UKOM, perbedaan berbagai jenjang pendidikan gizi (D3/D4/S1/dietisien), lapangan kerja profesi gizi, dan kode etik profesi gizi. Joko Susilo menyampaikan bahwa yang dimaksud tenaga profesi gizi ialah orang yang telah lulus pendidikan D3/D4/S1/profesi gizi. Selain itu, memiliki kompetensi melakukan pelayanan gizi di sarana pelayanan kesehatan, industri (unit kerja) penyelenggaraan makanan banyak, dan perbaikan gizi masyarakat (Peraturan Menteri Kesehatan No 26 Tahun 2013). Sedangkan nutrisionis yaitu tenaga gizi yang bekerja di wilayah pelayanan gizi masyarakat meliputi manajemen penyelenggaraan makanan, gizi masyarakat, dan pemberian terapi gizi.

Joko Susilo menyampaikan bahwa setiap mahasiswa kesehatan pada akhir masa pendidikan baik vokasi maupun profesi diwajibkan untuk mengikuti Ujian Kompetensi secara nasional (berdasarkan Pasal 21 UU No. 23/2014 tentang Tenaga Kesehatan). Menjadi ahli gizi di era 4.0 bukan lagi seputar kompetensi dasar tetapi juga kompetensi tambahan yaitu digitalisasi. Terakhir, Joko Susilo menyampaikan bahwa dalam dunia kesehatan, ahli gizi tidak bekerja secara mandiri melainkan bekerja dengan kolaborasi antar profesi dalam implementasi pelayanan kesehatan. Kegiatan ini diakhiri dengan penandatanganan MoU antara Prodi Gizi UNISA dengan DPD PERSAGI DIY. [KK]

Prospek Lulusan Gizi: Pembuka Mataf 2019

Dalam rangka menyambut mahasiswa baru, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta mengadakan kegiatan Masa Taaruf (Mataf) 2019. Rangkaian kegiatan Mataf 2019 dimulai dari kegiatan Pra Mataf, Mataf Universitas, Mataf Fakultas, dan diakhiri dengan Mataf Prodi. Prodi Gizi Unisa mengadakan kegiatan Mataf 2019 pada hari Rabu, 25 September 2019 di Selasar Skill Lab lantai 5, Gedung B.

Kegiatan Mataf Prodi Gizi 2019 diikuti oleh 144 mahasiswa baru dan dilaksanakan dalam bentuk kegiatan Sharing Session. Sharing dalam kegiatan Mataf 2019 ini diisi dengan tema sharing keprofesian untuk lulusan Gizi. Prodi Gizi Unisa menghadirkan pakar yang sudah berpengalaman dalam bidang gizi diantaranya ; Tsulutsi Nurul Qoimah, S.Gz., Dietisien, Arie Ramadhani, S.Gz, dan Bayu Sigha Ishwara, S.Gz.

Sharing Session

Tsulutsi Nurul Qoimah, S.Gz., Dietisien yang berprofesi sebagai ahli gizi di Rumah Sakit Jogja International Hospital (JIH) memberikan gambaran kegiatan yang dilakukan sebagai ahli gizi rumah sakit. Tsulutsi menjelaskan prospek kerja ahli gizi, softskill yang harus dimiliki, dan peluang kerja di rumah sakit. Pembicara kedua disampaikan oleh Arie Ramadhani, S.Gz yang memiliki pengalaman bekerja sebagai aktivis NGO. Arie Ramadhani memberikan gambaran program NGO dan peran ahli gizi di NGO. Pembicara terakhir disampaikan oleh Bayu Sigha Ishwara, S.Gz, alumnus Gizi yang merupakan owner Bimasena Catering. Bayu Sigha Ishwara menyampaikan prospek kerja ahli gizi di bidang industri jasa pangan. Bayu Ishwara yang memulai usaha jasa pangan sejak 2013 ini memberikan tips dan trik memulai usaha jasa pangan dalam era revolusi industri 4.0. [KK]

Nutritourism diusung oleh Ketua ISAGI dalam kuliah umum di UNISA

Nutritourism diusung oleh Ketua ISAGI dalam kuliah umum di UNISA

Pada Senin, 22 April 2019, Prodi Gizi menyelenggarakan kuliah umum yang diisi oleh Ketua Ikatan Sarjana Gizi Indonesia (ISAGI), Moh. Nur Hasan Syah, S.Gz., M.Gizi. Tema yang diusung oleh Anca (nama panggilan ketua ISAGI) yakni nutritourism, tema yang cukup baru di dunia gizi. Kuliah umum tersebut diintegrasikan dengan mata kuliah Sosiologi dan Antropologi Gizi dan Gizi Kuliner Prodi Gizi Program Sarjana, Fakultas Ilmu Kesehatan, UNISA. Acara berlangsung interaktif selama 120 menit dengan peserta dosen gizi dan mahasiswa gizi semester 2 dan 4.

Nutritourism

Anca menyampaikan bahwa nutritourism merupakan penggabungan dari gizi (nutrition) dan pariwisata (tourism). Sebagai destinasi wisata, turis domestik maupun mancanegara, pasti akan mencari lokasi kuliner di Yogyakarta. Hal tersebut menjadi nilai positif Mahasiswa Gizi Yogyakarta khususnya UNISA untuk mempromosikan gizi lewat makanan. Lebih spesifik, Anca memberikan contoh “gudeg dengan informasi nilai gizi sesuai komposisi” sehingga sang turis akan lebih aware dengan makanan yang dikonsumsi. Tentu juga akan lebih “menjual” karena yang membuat adalah orang gizi. [AS]

Klik profil untuk lebih tahu mengenai Gizi Unisa, juga website Unisa.

 

Dietary Assessment Training 2019 Kolaborasi dengan SEAMEO-RECFON

Dietary Assesstment Training 2019 Kolaborasi dengan SEAMEO-RECFON

Setelah sukses dengan acara seminar nasional di bulan Maret, di bulan April ini Prodi Gizi Unisa kembali mengadakan kegiatan seminar. Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk pelatihan. Kegiatan pelatihan survey konsumsi tahun ini bertajuk “Dietary Assesstment Training: How to Choose The Right Method”. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 20 April 2019 bekerja sama dengan Ikatan Sarjana Gizi Indonesia (ISAGI) dan SEAMEO-RECFON. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai survey konsumsi terutama dalam hal memilih metode yang tepat sesuai dengan tujuan survey konsumsi yang diinginkan dan level yang tepat.

Kegiatan pelatihan ini mengundang 3 orang fasilitator yaitu Muh Nur Hasan Syah, S.Gz., M.Kes (UPN Veteran Jakarta sekaligus Ketua ISAGI Periode 2014-2019), Dewi Shinta, SKM., M.Gizi (SEAMEO-RECFON), dan Anindhita Syahbi Syagata, S.Gz., M.P.H (UNISA). Materi yang disampaikan mencakup Pengantar Penilaian Status Gizi, Tujuan dan Metode Survey Konsumsi, Pendalaman Food Frequency Questionnaire (FFQ), dan Pengenalan Perangkat Lunak Nutrisurvey sebagai alat bantu analisis data konsumsi.

Acara ini dibuka oleh Ruhyana, S.Kep., Ns., MAN selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Fakultas Ilmu Kesehatan, UNISA. Dilanjutkan dengan sesi pertama yang disampaikan oleh Muh Nur Hasan Syah, S.Gz., M.Kes. Materi yang disampaikan mengenai penilaian status gizi. Beliau menyampaikan metode penilaian status gizi yang menggunakan metode ABCD yaitu Antropometri, Biokimia, Clinical, dan Dietary (Riwayat Makan). Sesi selanjutnya disampaikan oleh Dewi Shinta, SKM., M.Gizi yang menyampaikan materi tentang prinsip survey konsumsi. Dewi mengatakan pemilihan metode survey konsumsi disesuaikan dengan tujuannya. Materi terakhir disampaikan oleh Anindhita Syahbi Syagata, S.Gz., M.P.H yang menyampaikan tentang Food Frequency Questionnaire (FFQ).

Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 23 orang yang terdiri dari mahasiswa, praktisi, dan dosen. Peserta antusias dengan kegiatan ini dan terlibat aktif dalam kegiatan diskusi. Hasil survey kepuasaan peserta menunjukkan bahwa peserta puas dengan kegiatan ini meskipun ditambahkan dengan beberapa kritik dan saran. [KK]

Materi dapat diunduh di “download

Kuliah umum: “Functional Food” dari Malaysia

Kuliah umum: “Functional Food” dari Malaysia

Program Studi Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah telah menyelenggarakan kuliah umum pada hari Senin 4 Maret 2019. Kegiatan tersebut bertempat di Hall Siti Baroroh Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta dengan pemberi materi Dr. Emmy Hainida Khairul Ikram yang berasal dari UiTM Malaysia. Acara dimulai pukul 9 pagi. Kuliah umum kali ini tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa prodi Gizi saja, namun juga dihadiri oleh mahasiswa yang berasal dari program studi Anastesi UNISA.

Tema kuliah umum kali ini mengenai functional food atau makanan fungsional. Makanan fungsional merupakan makanan utuh atau makanan yang diperkaya/fortifikasi supaya dapat mengurangi risiko penyakit kronis dan memberikan mafaat bagi kesehatan dan fisiologis. Sehingga, makanan tersebut dapat melindungi sel-sel tubuh kita dari kerusakan oksidatif. Kerusakan ini terjadi karena adanya radikal bebas yang berasal dari metabolisme, polusi, asap rokok, sinar UV, radiasi dan inflamasi. Jika kita membiarkan radikal bebas bersarang ditubuh kita, lama kelamaan bisa menimbulkan beberapa penyakit seperti kanker, sakit jantung, diabetes, athritis, katarak, sakit ginjal dan alzheimer.

Dr. Emmy menyampaikan bahwa sudah ada beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa terdapat bahan makanan yang memiliki maanfaat bagi kesehatan. Contohnya seperti biji Rosella memiliki nilai protein yang tinggi, serat makanan, asam amino esensial dan lipid. Semua asam amino esensial yang terkandung dalam biji Rosella kadarnya lebih tinggi dibandingkan dengan gandum dan beras. Selain itu ada juga jambu biji merah yang mengandung antioksidan berupa likopen dan fenol. [PP]

Link materi dapat diunduh di download

Nutrition Event (NutriEnt) : SEMNAS “Hypertension and Obesity in Adolescence“

Nutrition Event (NutriEnt) : SEMNAS “Hypertension and Obesity in Adolescence

Pada tanggal 2 Maret 2019 telah dilaksanakan seminar nasional dengan tema “hypertension and Obesity in Adolescence”. Acara ini sudah menjadi agenda tahunan Program Studi Gizi, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Hasil Riskesdas 2013 menunjukkan angka hipertensi di D.I.Yogyakarta mencapai 35,8% dimana persentase ini lebih tinggi dari angka nasional yaitu 31,7%. Sedangkan prevalensi obesitas pada remaja usia SLTP di kota mencapai 7,8% dan remaja SLTP di desa mencapai 2% (Mahdiah, 2004). Melihat kondisi tersebut, maka tahun ini seminar nasional mengusung tema “Hypertension and Obesity in Adolescence”.  Acara seminar ini diisi 5 pembicara dengan 1 pembicara sebagai keynote speaker.

Seminar Nasional yang diselenggarakan di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) ini dibuka dengan Tari Ruai oleh 3 orang mahasiswa Prodi Gizi UNISA. Acara ini disambut oleh Taufiqurrahman, PhD selaku Wakil Rektor 1 UNISA. Selanjutnya, keynote speaker oleh Hj. Hikmah, S.Pd., M.Kes selaku Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah DIY yang berjudul Health Investment in Adolescent Girl. Sesi keynote speaker ini dimoderatori oleh Agil Dhiemitra Aulia Dewi, S.Gz., MPH (Ketua Prodi Gizi UNISA).

Dimulai dari Remaja

Materi kedua diisi oleh pembicara dari Universiti Teknologi Mara, Malaysia, (Dr.) Emmy Hainida Khairul Ikram yang berjudul Functional Food for Fighting Adolescent Hypertension and Obesity in ASEAN. Sesi ini dimoderatori oleh Anindhita Syahbi Syagata, S.Gz., MPH (Dosen Prodi Gizi UNISA). Saat ini (Dr.) Emmy sedang menempuh pendidikan doktoral di The University of Queensland dan mengambil minat penelitian mengenai functional food.

Materi ketiga dimoderatori oleh Astari Puruhita, S.Gz., MPH dan yang bertindak sebagai pembicara yaitu Dr. Toto Sudargo, SKM., M.Kes selaku Kepala Departemen Gizi Kesehatan UGM. Materi yang dibawakan beliau berjudul Nutrition Promotion for Adolescent Hypertension and Obesity. Beliau mengatakan bahwa salah satu langkah preventif dalam rangka  mengurangi angka hipertensi dan obesitas pada remaja yaitu dengan meningkatkan aktivitas fisik.

Acara seminar nasional dilanjutkan dengan materi DASH Diet for Overcoming Hypertension and Obesity in Adolescence yang disampaikan oleh Agil Dhiemitra Aulia Dewi, S.Gz., MPH selaku Ketua Program Studi Gizi. Sesi ini dimoderatori oleh Nor Eka Noviani, S.Gz., MPH (Dosen Gizi UNISA). Dalam sesi ini disampaikan semua tentang DASH Diet.

Acara seminar nasional tahun ini ditutup dengan materi Psychology Aspects of Obesity and Eating Disorder in Adolescence yang disampaikan oleh Analisa Widyaningrum, M.Psi., Psi selaku Psikolog dari RS JIH dan CEO APDC. Sesi ini dimoderatori oleh Silvi Lailatul Mahfida, S.Gz., MPH (Dosen Gizi UNISA). Dalam sesi ini disampaikan mengenai kejadian obesitas dan perilaku makan pada remaja dari aspek psikologi.

Peserta yang hadir dari berbagai kalangan, baik mahasiswa, dosen, praktisi. Diantara sesi tertentu diadakan selingan berupa Senam Germas dimana seluruh audiens, baik pembicara maupun peserta dan tamu undangan turut serta dalam sesi tersebut. [KK]

klik download (https://gizi.unisayogya.ac.id/downloads/) untuk unduh materi Seminar Nasional di Gizi UNISA.

Cegah PTM bersama Gizi Unisa

Cegah PTM bersama Gizi UNISA

25 Januari yang diperingati sebagai Hari Gizi Nasional (HGN) Tahun 2019 ini menyuarakan tema “Membangun Gizi Menuju Bangsa Sehat Berprestasi”. Tema yang diusung mencakup berbagai aspek, dari mulai kasus stunting hingga obesitas. Data RISKESDAS 2018 menunjukkan adanya peningkatan kasus obesitas yang mencapai angka 21,8%. Artinya, 1 dari 5 orang di Indonesia berisiko menderita obesitas.

Penting adanya pelurusan persepsi “gemuk berarti makmur”, padahal gemuk ini menyimpan segudang bom waktu yang bisa meledak kapan saja. Gemuk bukan lambang kemakmuran. Lambang kemakmuran adalah manusia yang sehat jiwa dan raga, yang mempunyai status gizi normal. Gemuk yang cenderung berstatus gizi obesitas sebagai faktor risiko berbagai Penyakit Tidak Menular (PTM).

Seperti dikutip pada penyuluhan yang disampaikan oleh Nor Eka Noviani, S.Gz, MPH selaku Dosen Prodi Gizi UNISA, “Tiga penyakit tidak menular paling terkenal adalah Hipertensi, Diabetes, dan Jantung”. Ketiganya dapat dimulai dari status gizi obesitas. Pengukuran paling mudah adalah dengan mengukur tinggi badan dibandingkan dengan berat badan. Jika hasilnya lebih dari 27kg/m2, maka Anda harus mengonsultasikan program penurunan berat badan kepada ahlinya, yakni Ahli Gizi.

Selain penyuluhan, acara HGN juga dimeriahkan dengan senam dan sarapan bersama, pemeriksaan kesehatan gratis, bazaar kuliner, juga konsultasi gizi gratis. “Acara rutin tahunan ini sangat bermanfaat bagi warga sekitar. Saya sangat senang mengikuti kegiatan ini. Saya jadi tahu harus makan seperti apa supaya status gizi saya normal.” ungkap Nofi, warga ‘Aisyiyah cabang Nogotirto yang turut serta pada perayaan HGN di Unisa.

Untuk info seputar kampus, jangan lupa kunjungi http://unisayogya.ac.id/